Macam-macam Angket atau Kuesioner

By With No comments:
Dalam sebuah penelitian, dikenal beberapa instrumen yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Salah satu instrumen yang sering digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket atau kuesioner.
  
Kuesioner atau angket dapat dibedakan atas jenis tergantung dari sudut pandangnya, menurut Suharsimi Arikunto (2006: 224) angket dibedakan atas:

Dipandang dari cara menjawab
  1. Kuesioner terbuka, yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri.
  2. Kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Misalnya sudah disediakan kolom (Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju) dan responden tinggal memilih salah satu dari 5 kolom tersebut).

Dipandang dari jawaban yang diberikan
  1. Kuesioner langsung yaitu responden menjawab tentang dirinya sendiri.
  2. Kuesioner tidak langsung yaitu jika responden menjawab tentang orang lain. Misalnya seorang atasan yang diminta mengisi kuesioner penilaian bawahannya.

Dipandang dari bentuknya
  1. Kuesioner pilihan ganda sama dengan kuesioner tertutup.
  2. Kuesioner lisan sama dengan kuesioner terbuka.
  3. Check list yaitu sebuah daftar dan responden tinggal membutuhkan tanda check pada kolom yang sesuai. 
  4. Rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pertanyaan yang diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan, misalnya mulai dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju.
Berikut ini disajikan contoh angket sebuah penelitian:

No
Item Pernyataan Know-what
SS
S
TS
STS
1
Mata diklat kewirausahaan meningkatkan pengetahuan saya dalam menghasilkan ide-ide inovatif




2
Mata diklat kewirausahaan meningkatkan pemahaman saya dalam menilai dan memilih lokasi usaha




3
Mata diklat kewirausahaan meningkatkan pemahaman saya dalam mempersiapkan keuangan untuk berwirausaha




4
Mata diklat kewirausahaan meningkatkan pemahaman saya dalam menyusun perencanaan usaha




5
Mata diklat kewirausahaan meningkatkan pemahaman saya tentang riset pasar untuk berwirausaha




 
Contoh kuesioner di atas termasuk dalam kuesioner tertutup, karena kolom jawaban sudah disediakan di kanan pernyataan. Dipandang dari jawaban yang diberikan kuesioner tersebut termasuk kuesioner langsung, karena responden menjawab tentang dirinya sendiri. Dan kuesioner di atas termasuk dalam kuesioner check list, karena responden mengisi kolom jawaban dengan check list.

Uji Asumsi Klasik

By With No comments:
Dalam melakukan analisis data kuantitatif seringkali kita menggunakan uji persyaratan analisis. Dalam artikel ini akan dibahas tentang persyaratan uji analisis untuk Regresi Berganda yang juga sering disebut dengan istilah Uji Asumsi Klasik. Menurut Damodar Gujarati (2006) agar model regresi tidak bias atau agar model regresi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) maka perlu dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. Uji persyaratan analisis untuk regresi berganda yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

1.    Uji Normalitas
Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak berdistribusi normal. Dalam penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan mengamati penyebaran data pada sumbu diagonal suatu grafik. Menurut Singgih Santoso (2001) ketentuannya adalah sebagai berikut:
a.   Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b.  Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti garis diagonal, maka regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

Popular Posts